Tampilkan postingan dengan label pencak silat pancasila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pencak silat pancasila. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2018

Silat day solo 2018

Silat day solo 2018 diadakan pada tanggal 6 mei bertepatan pada hari minggu,merupakan acara persatuan demi kedamaian yang melibatkan seluruh perguruan pencak silat se surakarta,termasuk perguruan pencak silat pancasila
ikrar ketua ipsi didampingi ketua perguruan silat sesurakarta
ikrar ketua ipsi didampingi ketua perguruan silat sesurakarta

pada jam 6 pagi berkumpul distadion sriwedari untuk upacara,ikrar perdamaian yang dihadiri kepala pimpinan IPSI Solo,KAPOLRES,,DANDIM,serta pejabat pemerintahan surakarta serta segenap warga kota surakarta
penandatanganan ikrar damai perguruan sesolo
penandatanganan ikrar damai perguruan sesolo

seluruh pimpinan perguruan se surakarta yang terlibat didalam kegiatan solo damai,mengikrarkan janji dan menandatangani ikrar bersama
ketua ipsi diapit perguruan silat pancasila

para sesepuh maupun pimpinan perguruan,seperti halnya perguruan pencak silat yang dihadiri guru besar dan sesepuh utama (Mbah Darno)yang bersanding dengan ketua IPSI,Bp Kalono
pendekar utama pancasila bersama Kapolres dan Dandim

dan menyempatkan diri berfoto bersama para pejabat atau aparatur negara,setelah upacara dan penandatanganan aksi damai perguruan sesurakarta,gerak kolosal jurus wiraloka baku tunggal digelar sebagai gerak kolosal seluruh perguruan pencak silat yang hadir
perguruan pencak silat pancasila

yang selanjutnya dilanjutkan dengan gerak khas tiap perguruan yang berbeda beda dengan diiringi musik rancak yang disediakan panitia

dengan demikian perpaduan gerak dan suara menambah nilai seni pencak silat yang digelar
konvoi bendera perguruan

setelah upacara dan penandatanganan selesai,barisan disusun untuk kirab budaya pencak silat menuju balaikota surakarta
prajurit kraton 
diawali bendera merah putih,kemudian pataka pataka perguruan yang diiringi prajurit perempuan dan disusul dengan barisan perguruan perguruan disurakarta
pembawa pataka perguruan sesurakarta

kemeriahan acara begitu terasa dan dibeberapa titik berhenti kirab,para pesilat memperagakan seni bela diri pencak silat dijalan slamet riyadi
perguruan pencak silat pancasila sebagai pembawa pataka perguruan terkecil dari seluruh peserta pembawa bendera pusaka perguruan
pendekar pancasila,agus pawang hujan solo

dan tak lupa tokoh pesilat pancasila yang dikenal umum sebagai raden tumenggung agus pawang hujan solo,bersama pimpinan PPS Pancasila solo,Ki rekso jiwo mengawal perguruan pencak silat pancasila beserta pendekar pendekar pancasila lainnya

Selasa, 14 November 2017

Ujian dan pengesahan pendekar

Ujian dan pengesahan pendekar muda,yang dilaksanakan perguruan silat pancasila surakarta,dilakukan serentak dari berbagai cabang yang dilaksanakan dua hari pada tanggal 28-29 oktober 2017 disemanggi solo jawa tengah
Pencak silat Pancasila
Pencak silat Pancasila

Materi ujian yang diujikan adalah ketahanan fisik,loyalitas,kemampuan memahami seni beladiri,materi jurus dan mental
Ketahanan fisik dilakukan dengan perjalanan jalan kaki dan lari dari solo ke sukoharjo dan kembali ke solo kembali,kurang lebih 15 km yang dihiasi oleh hujan gerimis malam hari
materi yang lain dilanjutkan di makam danyung sebagai ujian mental,karena untuk menjadi pendekar memang diperlukan mental yang kuat serta iman yang kuat agar tidak mudah gentar menghadapi apa saja,baik didalam maupun diluar latihan
penggojlogkan mental disuasana malam ditambah materi gerak dan tanya jawab seputar kegiatan silat dan berorganisasi,tentunya untuk membentuk karakter dan loyalitas siswa menjadi lebih baik

Pendidikan seni bela diri tidak hanya ditekankan pada fisik dan menghafal jurus saja,mental,tujuan awal belajar beladiripun harus diluruskan,agar tidak salah guna,loyalitas dan pelatihan dasar dasar kepemimpinan sangat perlu dibangun,sehingga anggota perguruan pencak silat tenaga dalam pancasila bisa berguna bagi diri,masyarakat,nusa dan bangsa
Wejangan dari Sesepuh Bp IB Putu santika
Wejangan dari Sesepuh Bp IB Putu santika

Para pendekar maupun guru spiritual maupun sesepuh menguji,mengawal serta memberikan wejangan wawasan keilmuan dari berbagai aturan baik didalam maupun diluar,karena kegiatan dilakukan lebih banyak diluar latihan biasa
sopan santun,adat istiadat atau aturan yang tidak tertulis disampaikan dan diajarkan untuk membangun pribadi pribadi tangguh namun rendah hati
Ki rekso jiwo mengawal ujian
Ki rekso jiwo mengawal ujian

Semua anggota senior pun ikut mengawal jalannya ujian,beberapa mobil dan sepeda motor digunakan sebagai sefty riding atau keselamatan dijalan,didampingi sesepuh sekaligus penasehat dari kepolisian,Bp IB Putu Santika,Bp sutrisno,Ki Anda puja,wahyudi pembina Menwa,suranto,tarwanto,aris,budi,samianto,estina,agus,R dwi laksono,eri,dan lain sebagainya yang jika disebutkan satu persatu akan sangat panjang,mengingat banyak pula anggota lama dari tenaga dalam ikut mengawal keselamatan adik adik seperguruan
Dikarenakan ujian dan pengesahan pendekar ini diikuti tidak saja dari cabang surakarta,namun diikuti cabang sukoharjo dan grobogan
pemotongan ayam jago
pemotongan ayam jago

Dan acara diakhiri dengan pelantikan serta memotong ayam jantan sebagai simbolik tebusan menjadi seorang pendekar dan penyematan sabuk putih mori serta sabuk sabuk lain sesuai dengan tingkatan yang diraih,semoga perguruan pencak silat tenaga dalam Pancasila surakarta terus berkembang dan berguna bagi sesama,nusa dan bangsa

Kamis, 15 Maret 2012

Kode Etik Persilatan

Kode Etik Persilatan merupakan hal penting yang harus diketahui seorang pendekar sebagai dasar kepemimpinan,dengan memahami kode etik dunia persilatan,tentunya akan bisa menempatkan diri dimana saja berada,begitu pentingnya sehingga akan membawa kewibawaan diri dan perguruan
Pencak silat Pancasila surakarta
Pencak silat Pancasila surakarta

Salah satu kode etik yang diajarkan diperguruan pencak silat Pancasila surakarta adalah Jaga Praja,seorang pendekar pencak silat tenaga dalam Pancasila mampu menjaga praja atau kewibawaan pendekar lain saat bertamu,sebagai contoh seorang pendekar mengunjungi pendekar perguruan lain,bersamaan dengan itu ada tamu lain,tidak diperkenankan menyombongkan diri dan membuka identitas diri tanpa dikenalkan atau diperkenankan sang tuan rumah
begitu juga seorang praktisi pengobatan alternatif atau paranormal yang mengunjungi paranormal lain,tidaklah etis menyatakan juga paranormal dan berusaha mempengaruhi tamu untuk percaya padanya atau menyerobot hak paranormal lain
pendekar solo
pendekar solo

Dengan tidak memahami kode etik persilatan,tentunya dapat menciptakan permusuhan dimana mana karena kesombongan yang dimiliki,begitu juga didalam perguruan,jaga praja merupakan ilmu dasar kepemimpinan,dimana seorang pendekar haruslah menjaga wibawa guru atau pengurus besar atau utama,walaupun memiliki kemampuan yang lebih unggul dari guru atau yang lainnya
Karena guru ibarat Dugel diiketi artinya walaupun seorang guru memiliki banyak kekurangan,namun malati atau bisa menyebabkan kualat,jika tidak dihormati apa lagi tidak dianggap
karena tidak menghormati atau tidak menganggap guru bisa dikatakan Murid murtad atau penghianat

Dengan menganggap diri paling hebat diperguruan,sedangkan dirinya seorang pendekar,tentunya disamping melunturkan kewibawaan perguruan,tentunya hal ini menunjukkan dirinya tidak pantas untuk dihargai atau dihormati,oleh sebab itulah kode etik persilatan harus diketahui dan difahami sebagai bekal dasar kepemimpinan,dimana nantinya akan menjadi seorang guru yang patut digugu lan ditiru atau patut diikuti dan dicontoh murid

Ilmu Dasar kepemimpinan dalam perguruan pencak silat tenaga dalam Pancasila,bukan hanya mengajarkan seorang pendekar yang pandai dalam membuat program latihan,surat menyurat seperti halnya proposal,pandai bersosialisasi,namun yang terpenting adalah memahami dan patuh aturan atau etika,menjadi seorang pendekar yang beradap serta bijaksana karena mampu mengunakan hati nuraninya dengan baik

Kode etik persilatan yang membahas tentang jaga praja atau jogo projo ini perlu perlu perenungan,sehingga memahami,merasakan dan bisa membayangkan hal diatas dengan baik
Salam persilatan